MENGENAL TEORI UMUM SISTEM NIKLAS LUHMANN
Umi Lailatul Munawaroh_009
Teori Sosiologi Modern (A)
Prodi Sosiologi
Mengenal Teori Umum Sistem Niklas Luhmann
Seorang
sosiolog asal Jerman, Niklas Luhmann, lahir pada 8 Desember 1927 di Luneburg,
Jerman dan wafat pada 6 November 1998 di Oerlinghausen, Jerman. Beliau meraih
gelar sarjana hukum pada tahun 1949 di Universitas Freiburg kemudian
melanjutkan pendidikan di bawah bimbingan Talcott Parsons di Harvard University
pada tahun 1960. Talcott Parsons merupakan tokoh sosiologi yang sangat popular,
khususnya pemahaman tentang teori sistem. Sistem sosial terbentuk dari keutuhan
dunia yang sangat kompleks. melalui cara reduksi, seleksi serta diferensiasi,
sistem sosial menjadi sebuah proses dalam Menyusun sebuah realitas. Niklas
memberikan gagasan pada Teori Sistem Umumnya, tentang keteraturan yang
dikembangkan dari Teori Sistem Sosial milik Talcott Parsons. Teori yang
dikembangkan oleh Luhmann ini, memadukan elemen dari teori fungsionalisme
struktural Parsons, serta mengenalkan konsep-konep dari biologi kognitif,
sibermetika, dan fenomenologi.
Saya mengenal Teori Umum Sistem
Niklas Luhmann dari buku Teori Sosiologi Modern edisi keenam oleh
George Ritzer-Douglas J. Goodman (2004). Buku ini menjelaskan Teori Umum
Sistem Niklas tentang Autopoiesis yang menujuk pada sistem ekonomi,
sistem hukum, sistem politik, sistem ilmiah (saintifik) serta birokrasi. Dalam
pemahaman saya, teori sistem sosial Niklas terbentuk karena adanya diferensiasi
dengan kompleksitas-kompleksitas kehidupan yang menjadi sebuah sistem
tersendiri sekaligus membangun sistem dan lingkungannya. Konsep sistem umum
(Autopoiesis) bersifat swareferensial atau menghidupi dirinya sendiri. Dalam
kehidupan bermasyarakat, tersedia berbagai macam kompleksitas, Niklas
berpendapat bahwa masyarakat merupakan sistem autopoiesis yang memenuhi empat
ciri yaitu masyarakat membangun struktur serta batas-batasnya sendiri,
masyarakat dapat menghasilkan elemen-elemen sendiri, tertutup secara
operasional dan self-referential. Elemen dasar dalam kehidupan masyarakat ialah
komunikasi sebagai tindakan sosial. Sehingga, dalam hal ini, konsep Niklas
sangat membutuhkan komunikasi tidak hanya dari dalam dirinya sendiri tetapi
juga komunikasi dengan lingkungannya.
Mengenai implementasi dari teori
umum sistem Niklas Luhmann, penulis akan memberikan contoh berdasarkan
pengalaman pribadi. Pda masa pandemi COVID-19 ini, telah banyak menghadirkan
dampak bagi banyak elemen masyarakat, salah satunya lembaga pendidikan pondok
pesantren. Asrama Al-Hikmah Pondok Pesantren Wahid Hasyim merasakan perubahan
terkait kebijakan pada sistem aturan-aturannya. Sebelum pandemic COVID-19
melanda, para santri mendapat keleluasaan akses keluar-masuk asrama guna
memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti membeli makanan atau barang-barang lain
yang tidak disediakan di dalam lingkungan pondok pesantren. Akan tetapi,
kebijakan tersebut berubah setelah adanya perintah nasional untuk melakukan
semua aktivitas di rumah saja, maka kebijakan untuk memperoleh akses
keluar-masuk pondok pesantren santri menjadi terbatas. Menurut penulis, para
santri tersebut harus melakukan adaptasi dengan pembaruan kebijakan yang
ditetapkan, guna untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19. Teori Niklas
tersebut dapat ditemukan pada contoh kasus tersebut, yakni adanya aturan atau
sistem baru yang menata struktur internal dan batas-batas suatu hubungan
sosial.
Referensi:
Ritzer, G. Dan Douglas J.
Goodman.(2004). Modern Sosiological Theory, 6th Edition Jakarta:
Kencana.
_____. 2004. Teori
Sosiologi: Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir
Teori
Sosial Postmodern (Sociological Theory). Yogyakarta: Kreasi
Wacana.
Suhardiyah, M. (2020).
“Komunikasi Niklas Luhmann dalam Membangun Kerukunan Antar
Umat
Beragama di Wilayah Perkotaan”. Indonesian Journal of Islamic
Communication,
3(1), halaman 22-39.

Komentar
Posting Komentar