MENGENAL TEORI MODERNITAS CAIR
Umi Lailatul M_009
Teori Sosiologi Modern
Dosen pengampu: B.J. Sujibto M.A
TEORI MODERNITAS CAIR KARYA ZYGMUNT BAUMAN
Seorang
sosiolog sekaligus teoritis kritik yang berasal dari Polandia, beliau bernama
Zygmunt Bauman. Zygmunt dilahirkan pada tanggal 19 November 1925 di Kota Pozna,
Polandia. Beliau meninggal pada 9 Januari 2017 pada usia 91 tahun di Leeds,
Inggris. Zigmunt Bauman juga seorang penulis keturunan Yahudi yang menjadi
tokoh Eropa serta sangat berpengaruh pada bidang sosiologi. Zygmunt Bauman
merupakan tokoh yang melewati tiga masa peradaban dunia yaitu masa holokaus,
masa modernisme dan post modernisme. Beliau menempuh pendidikan dan mendapat
gelar professor sosiologi di Universitas Warsawa Polandia pada tahun 1968,
kemudian beliau mengajar disana, namun beliau dipecat karena menyimpan
identitas sang ayah yang menganut paham zionisme. Beliau pindah ke Leed,
Inggris dan menyelesaikan pendidikan dan menjadi guru besar di Universitas Leed,
Inggris. Zygmunt Bauman terkenal karena karyanya yang sangat terkenal dengan
judul ‘Teori Modernitas Cair’ atau yang sering dikenal dengan liquid
modernity yang diterbitkan pada 2004. Pemikiran Zygmunt Bauman banyak
dipengaruhi oleh beberapa tokoh diantaranya, Karl Marx, George Simmel, Antonio
Gramsci, Hannah Arendt, Theodor Adorno, Jaques Derrida dan Alain Touraine. Zygmunt
menciptakan teori moderinitas cair untuk merujuk pada perubahan sosial yang permanen
yang terjadi pada kehidupan masyarakat saat ini.
Teori modernitas cair yang dikemukakan
oleh Zygmunt Bauman pada dasarnya merupakan nama lain dari gejala
pascamodernisme. Disini penulis akan menguraikan teori yang ditemukan oleh
Zigmunt Bauman. Menurut penulis, modernitas cair adalah suatu masyarakat dimana
tindakan serta perubahan dilakukan secara cepat sehingga masyarakat tidak dapat
memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya. Bauman menegaskan bahwa salah
satu gejala dalam liquid modernity ialah kehidupan yang ditandai dengan
ketidakpastian permanen. Beliau berpendapat bahwa dalam keadaan itu, cara
orang-orang bertindak dan cara memahami hal-hal secara meningkat ditentukan
melalui cara kita terlibat dalam media. Modernitas cair mendorong sekaligus
memaksa kita pada sebuah percepatan dalam kehidupan sehari-hari, dimana
kegiatan kita akan terus berganti dengan cepat dan kondisi kehidupan sosial
antar manusia berubah menjadi semakin tidak pasti. Sehingga kita akan sulit
untuk melihat ke belakang guna untuk merujuk kembali pada peristiwa awal.
Penulis akan memberikan contoh
implementasi dari teori modernitas cair dalam kehidupan di masa pandemic Covid-19.
Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diberlakukan di Indonesia guna untuk
mengurangi penyebaran Covid-19. Pemerintah terus menerus memberikan kebijakan
terkait pembatasan aktivitas sosial yang sangat berdampak pada kehidupan
masyarakat. Banyak urusan yang seharusnya dapat diatasi namun malah
terbengkalai karena adanya kebijakan PSBB. Pemberlakukan PSBB mungkin dikarenakan
negara tidak mau memberikan jaminan ekonomi sehingga membuat masyarakat terjun
bebas kedalam kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian apalagi di masa pandemic
yang semua serba sulit. Banyak masyarakat yang kehilangan perkerjaannya
sekaligus kehilangan sumber penghasilan. Hal ini yang membuat mereka menjadi
pengangguran, bahkan tidak sedikit yang menggelandang karena tidak mampu mencukupi
kebutuhan sehari-hari. Pada kondisi ini banyak orang yang merasakan situasi
ketidakpastian hidup. Seluruh kehidupan sosial, terutama perkerjaan menjadi
begitu cair dan tidak dapat memperkirakan apa yang akan terjadi kedepannya.
Referensi:
Robert,
Robertus. 2016. “Modernitas dan Tragedi: Kritik dalam Sosiologi Humanistis
Zygmunt Bauman.” MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi,20(2):139-157.
Komentar
Posting Komentar