Teori Sosiologi Modern (A)

Umi Lailatul Munawaroh_009

Prodi Sosiologi 2020


                         TEORI DRAMATURGI ERVING GOFFMAN


 

 

            Erving Goffman merupakan tokoh sosiologi kontemporer yang sangat berpengaruh pada abad 20 dalam perkembangan sosiologi Amerika modern, sekaligus menjadi tokoh utama teori interaksionisme simbolik serta teori dramaturgi. Beliau lahir di  Mannville Alberta, Kanada pada tanggal 11 Juni 1922. Erving Goffman meninggal di Amerika Serikat pada tanggal 19 November 1982 di puncak kepoplerannya. Pada tahun 1956, Erving menerbitkan buku yanag berjudul The Presentation of Self in Everyday. Teori-teori yang dikemukakan oleh Goffman tidak lepas dari pengaruh George Herbert Mead dengan konsep The Self. Konsep sosiologi erving Goffman tidak jauh dengan pendekatan Tallcott Parsons, Emile Durkheim, George Simmel, Herbert Blummer serta Sigmund Freud.

Teori Dramaturgi Erving Goffman

            Penulis mengenal teori milik Erving Goffman melalui buku Teori Sosiologi edisi terbaru oleh George Ritzer-Douglas J. Goodman (2008). Menurut pemahaman penulis, teori Erving Goffman menjelaskan tentang sandiwara sebuah kehidupan atau sebuah pandangan tentang kehidupan sosial yang dilakukan oleh manusia agar memberikan kesan kepada orang lain.  Teori Dramaturgi ini, mengibaratkan bahwa interaksi sosial sama halnya dengan sebuah pertunjukkan drama atau teater yang terdiri atas panggung depan (front stage) dan panggung belakang(back stage) dengan manusia sebagai aktor. Pada perannya seorang aktor atau pemain melakukan perbedaan interaksi sosial pada saat di depan panggung atau di belakang panggung. Di panggung depan atau front stage seorang aktor dikendalikan oleh teks atau perspektif penonton sesuai denga napa yang akan dipentaskan, sedangkan pada panggung belakang atau back stage aktor menjalani kehidupan yang apa adanya tanpa memedulikan penampilan ataupun tuntutan. Konsep dramaturgi memiliki sebuah fungsi yaitu memberikan penjelasan secara jelas untuk memahami apa yang manusia lakukan.  

            Untuk mengenal lebih dalam teori Erving Goffman, penulis akan memberikan contoh implementasi teori Dramaturgi Erving dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita jumpai. Misalnya, seorang selebgram yang mengunggah foto terbaiknya agar terlihat sempurna dan menonjolkan diri di depan para penonton atau fans-fansnya. Menggunakan barang-barang branded serta memakai pakaian “jaman now” agar terlihat kekinian dan berasal dari keluarga kalangan atas. Namun, realita kehidupan dari selebgram tersebut terkadang tidak sesuai dengan apa yang mereka unggah di akun media sosialnya.  Seseorang menerapkan teori tersebut agar dapat meningkatkan status sosial di dalam kehidupan masyarakat atau untuk kepentingan tertentu. Dalam berinteraksi sosial tentunya individu ingin mempersembahkan sesuatu yang ideal atas dirinya agar dapat diterima oleh orang lain maupun dalam kehidupan bermasyarakat.  


Referensi:

Ritzer, G. Dan Douglas J. Goodman.(2004) . Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi Klasik  Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern (Sociological Theory). Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Agus Rusmana. (2015). “Penipuan dalam Interaksi melalui Media Sosial (Kasus Peristiwa Penipuan melalui Media Sosial dalam Masyarakat Berjejaring)”. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, volume III, No 2.


Komentar

Postingan Populer